'Kami dan Satu Amalan itu'

'Kami dan Satu Amalan itu'



International Islamic Boarding School - SMP Progresif Bumi Shalawat

Pukul 06.45 tepat tidak pernah tidak terdengar seruan peluit pertanda apel pagi akan segera dimulai, setiap hari kecuali hari Sabtu dan Minggu. Lengkingannya cukup mengisyaratkan akan kesiapan kami warga sekolah tuk kembali menjalakan aktivitas. Mengarahkan ratusan pasang kaki para santri menuju kelapangan untuk memanjatkan doa, dan menyerukan jargon kami. 

'Tolong dipejamkan matanya.
Semoga apa yang kita ucapkan ini adalah diri kita yang sebenarnya.
AKU BISA, AKU BISA, AKU BISA
AKU CERDAS, AKU CERDAS, AKU CERDAS
AKU BAHAGIA, AKU BAHAGIA, AKU BAHAGIA'

Suara mereka memantul diantara dinding-dinding sekolah dan asrama, bergema membakar semangat kami Mengisyaratkan bahwa kami siap menaklukkan hari.

Tibalah saat dimana bagian yang paling saya gemari. Baik melihat ataupun melakukannya. 
Adalah ketika para siswa secara bergantian berjabat tangan dan mencium tangan gurunya. 
Mari kita slow motion sejenak pada bahasan aktivitas 'salim' yang satu ini.
Ketika kedua tangan tersebut saling berjabat, ketika anak-anak mencium tangan gurunya. 
Ada satu percakapan yang terjadi secara kasat mata disana, tak terlihat. 
Namun menjelma menjadi sebuah doa.

'Ustad dan ustadzah bimbing kami,
antarkan kami menuju tujuan-tujuan mulia kami,
bimbing kami untuk meraih terangnya masa depan, 
doakanlah kami ... ' 

'Ya Rabb, jadikanlah tangan-tangan yang mencium tangan kami ini sebagai penolong, yang membawa kami menuju surga-Mu kelak' 

Terngkai doa-doa yang tak terhitung lagi berapa jumlahnya, setiap hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan dan bulan berganti tahun. Semoga Allah kan mengabulkan doa-doa hamba-Nya ini.

Guru merupakan salah satu profesi dari banyak profesi yang ada. Sederhana dan bersahaja, dua kata tersebut yang terlintas dibenak saya. Berbagi pengetahuan, membantu membimbing anak didik untuk mengenalkan sesuatu yang baru yang belum mereka ketahui. Membantu menggali apa yang mereka punya, membantu mereka tuk menjadi kebanggaan.

 Berada ditengah-tengah mereka, sesekali dibarengi canda tawa. Sangat menyenangkan, terhibur melihat tingkah laku mereka yang dapat membuat senyum-senyum simpul kami muncul. Mungkin benar apa yang banyak dikatakan orang jika guru itu awet muda.

Bagi sebagian kaum wanita, pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang ideal. Tidak semerta-merta waktu habis tersita oleh pekerjaan, sehingga masih tersisa waktu untuk menunaikan kewajiban seorang istri dan ibu bagi  mereka yang telah berkeluarga. 

Siapa yang tak tegiur dengan gelimang harta. Siapa yang tak ingin dibuai oleh kemewahan. 
Timbul sebuah tanya dalam benak ini,

'Akankah kita selamanya hidup di dunia ... ?' 

Hidup adalah pilihan. Kami yang memilih mengabdi pada bidang pendidikan ini tahu betul jika kami tidak akan bisa hidup bergelimang harta, kami tahu betul jika kami tidak akan dibuai oleh kemewahan. Tetapi kami tahu betul jika ....

'Membagikan ilmu, merupakan salah satu pahala yang amalannya tak akan terputus ketika kami harus kembali kepada-Nya'

Mungkin tabungan rupiah kami di dunia ini tak ada apa-apa nya dibandingkan jutawan, namun kami yakin jika tabungan kami di akhirat dapat menjadi penolong ketika kehidupan dunia harus berakhir.

Dalam setiap sujud, saya selipkan pinta padanya. 

'Ya Allah, berikan Ridho-Mu. Jadikanlah kami guru yang mudah dipahami ketika menyampaikan ilmu kami. Berikanlah kami kesabaran dalam membimbing anak didik kami. Mudahkanlah jalan kami dalam mengamalkan ilmu ... '

'Aamiin' 

Komentar

Postingan populer dari blog ini