'Aku dan Ibu kini' Makam Dukuh Wates – Magersari Sidoarjo Pernahkah kalian? Bahkan sekali dalam seumur hidupmu? Membayangkan bagaimanakah jika suatu saat nanti orang yang amat kita cintai pergi meninggalkan kita? Kini ... Pertemuan fisik kami berbeda, cium tangan, peluk hangat, restu dan rihonya kini dalam wujud yang berbeda. Ketika akan ada peristiwa penting yang akan saya lalui, beginilah gantinya. Saya datang kepusara beliau, mendoakannya, membersihkan batu nisannya, menyingkirkan rumput liar ditanah merah itu lantas menaburkan bunga. Dan iniliah bagian yang paling penting, ‘Saya bayangkan ibu berada di hadapan saya, saya bercerita kepada beliau mengenai apa yang sedang dan akan saya hadapi’ Entah yang mana tawa dan mana yang tangis, bercampur menjadi satu. Mendoakannya? Bukankah bisa dimana saja mendoakan orang yang kita sayangi? Ya, benar ... Namun, ketika saya datangi makam ibu. Saya merasa lebih dekat dengan beliau, seolah...