Postingan

Menampilkan postingan dari 2016
Gambar
Ada Apa dengan : Kemasan dengan Isi  dan Buku dengan Sampulnya? Teringat dawuh -nya abah (KH. Agoes Ali Masyhuri), ketika itu dalam tausiyah nya terdapat salah satu point yang hingga kini masih melekat baik di hati maupun pikiran saya. Yakni semakin banyak orang yang ‘lebih mementingkan kemasan dari pada isinya’ . Dalam banyak hal, yang beliau sebutkan salah satunya ialah jabatan. Jabatan diibaratkan kemasannya atau bungkusnya, sedangkan pelayanan, amanah dan kejujuran ialah isinya. Dewasa ini tak sedikit dapat kita temui persoalaan perebutan jabatan, mereka yang mencari jabatan tidak segan melakukan berbagai cara agar dapat meraih posisi yang diinginkannya. Tanpa lagi menyadari dengan cara yang seharusnya ataukah tidak, dengan kecurangan ataukah dengan prestasi. Setelah memperoleh jabatan yang diinginkan, lantas mereka tak lagi mempedulikan ‘ isi’ , setelah mendapatkan apa yang ia dapatkan lanta ia akan mengesampingkan yang menjadi kewajibannya yakni amanah yang harus ...
Gambar
'Aku dan Ibu kini' Makam Dukuh Wates – Magersari Sidoarjo Pernahkah kalian? Bahkan sekali dalam seumur hidupmu? Membayangkan bagaimanakah jika suatu saat nanti orang yang amat kita cintai pergi meninggalkan kita? Kini ... Pertemuan fisik kami berbeda, cium tangan, peluk hangat, restu dan rihonya kini dalam wujud yang berbeda. Ketika akan ada peristiwa penting yang akan saya lalui, beginilah gantinya. Saya datang kepusara beliau, mendoakannya, membersihkan batu nisannya, menyingkirkan rumput liar ditanah merah itu lantas menaburkan bunga. Dan iniliah bagian yang paling penting, ‘Saya bayangkan ibu berada di hadapan saya, saya bercerita kepada beliau mengenai apa yang sedang dan akan saya hadapi’ Entah yang mana tawa dan mana yang tangis, bercampur menjadi satu. Mendoakannya? Bukankah bisa dimana saja mendoakan orang yang kita sayangi? Ya, benar ... Namun, ketika saya datangi makam ibu. Saya merasa lebih dekat dengan beliau, seolah...

'Kami dan Satu Amalan itu'

Gambar
'Kami dan Satu Amalan itu' International Islamic Boarding School - SMP Progresif Bumi Shalawat Pukul 06.45 tepat tidak pernah tidak terdengar seruan peluit pertanda apel pagi akan segera dimulai, setiap hari kecuali hari Sabtu dan Minggu. Lengkingannya cukup mengisyaratkan akan kesiapan kami warga sekolah tuk kembali menjalakan aktivitas. Mengarahkan ratusan pasang kaki para santri menuju kelapangan untuk memanjatkan doa, dan menyerukan jargon kami.  'Tolong dipejamkan matanya. Semoga apa yang kita ucapkan ini adalah diri kita yang sebenarnya. AKU BISA, AKU BISA, AKU BISA AKU CERDAS, AKU CERDAS, AKU CERDAS AKU BAHAGIA, AKU BAHAGIA, AKU BAHAGIA' Suara mereka memantul diantara dinding-dinding sekolah dan asrama, bergema membakar semangat kami Mengisyaratkan bahwa kami siap menaklukkan hari. Tibalah saat dimana bagian yang paling saya gemari. Baik melihat ataupun melakukannya.  Adalah ketika para siswa secara bergantian berjabat tangan ...